JATENGKU.COM, PURWOKERTO – Mahasiswa Program Studi S1 Informatika Universitas Telkom Purwokerto menggelar pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) berbasis prompting dan Generative AI bagi lebih dari 200 siswa kelas VIII SMPN 9 Purwokerto pada 4–5 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital siswa agar mampu memanfaatkan AI secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran.
Tim pelaksana terdiri atas empat mahasiswa Program Studi S1 Teknik Informatika Telkom University Purwokerto, yaitu Raifanka Raisa Ramadhan, Muhammad Amir Saleh, Yayang Alya Bilqis, dan Soma Nur Alif, di bawah bimbingan dosen Aditya Dwi Putro W., S.Kom., M.Kom. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat.
Pelatihan ini digagas karena pesatnya perkembangan teknologi AI yang semakin mudah diakses oleh pelajar, sementara pemanfaatannya di lingkungan sekolah masih belum optimal. Berdasarkan hasil observasi siswa SMPN 9 Purwokerto, penggunaan teknologi dan teknologi AI masih didominasi untuk kebutuhan dasar, sedangkan pemahaman mengenai konsep AI, teknik menyusun prompt, serta etika penggunaannya masih terbatas. Berbagai platform AI berbasis Large Language Model (LLM) sudah dapat diakses secara bebas oleh siapa saja. Tanpa pemahaman yang memadai, siswa rentan menerima informasi dari AI tanpa kemampuan memverifikasinya.
Raifanka Raisa Ramadhan selaku ketua tim mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang agar siswa tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara bertanggung jawab sebagai pendukung proses belajar. “Kami berharap siswa dapat memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar yang cerdas, bukan sekadar untuk memperoleh jawaban secara instan,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan untuk memahami kecerdasan buatan (AI). Tim mahasiswa menyampaikan materi tentang konsep dasar AI, Large Language Model (LLM), Generative AI, etika penggunaan AI, serta teknik prompting untuk penggunaan AI secara efektif. Setelah sesi materi, siswa mempraktikkan langsung penggunaan berbagai platform AI untuk membantu proses belajar, kemudian mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para siswa-siswi duduk bersama di aula sekolah sambil menyimak materi yang disampaikan dan dengan antusias secara aktif menggunakan perangkat masing-masing untuk mempraktikkan teknik prompting yang telah diajarkan untuk praktik bersama dan secara mandiri.
Sesi kegiatan pada hari pertama ditutup dengan permainan edukatif adu prompting, yaitu kompetisi merancang prompt terbaik untuk menyelesaikan tantangan dari tim mahasiswa, sedangkan pada hari kedua dilakukan cerdas cermat seputar LLM dan Generative AI, Dimana beberapa peserta juga memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang diberikan tim mahasiswa. Kedua kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta karena dikemas secara kompetitif dan disertai pemberian hadiah.

Berdasarkan hasil evaluasi, program menunjukkan dampak positif terhadap pemahaman peserta. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman siswa, sementara hasil umpan balik memperlihatkan bahwa 97,06% peserta menganggap materi sesuai kebutuhan, mudah dipahami, serta berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan. Tidak terdapat peserta yang memberikan penilaian negatif terhadap pelaksanaan kegiatan.
Pihak SMPN 9 Purwokerto turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan dengan memfasilitasi tempat, sarana, serta koordinasi peserta sehingga seluruh rangkaian pelatihan dapat berlangsung dengan lancar.

Melalui kegiatan ini, tim berharap literasi AI di kalangan pelajar dapat terus berkembang. Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dapat diperbarui sesuai perkembangan teknologi dan dimanfaatkan kembali pada kegiatan serupa di masa mendatang. Model pelatihan ini juga diharapkan dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Banyumas sebagai upaya memperkuat kompetensi digital generasi muda.