Kolaborasi Lintas Sektor untuk Sukseskan MBG, B...

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Sukseskan MBG, BBPMP Jateng Gelar Rakor dan Simulasi Uji Organoleptik

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Semarang – Upaya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan melalui berbagai forum koordinasi lintas sektor. Salah satunya melalui Kegiatan Rapat Koordinasi Program Prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, sekaligus menyusun langkah tindak lanjut guna memastikan program berjalan aman, sehat, tertib, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Rakor dihadiri oleh unsur Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satgas MBG, Koordinator SPPI, serta berbagai pihak yang terlibat dalam implementasi Program MBG di daerah. Forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung keberhasilan program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan kesiapan belajar peserta didik.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah simulasi Uji Organoleptik terhadap contoh menu MBG yang disediakan panitia. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sekaligus penguatan pemahaman tentang pentingnya pengawasan mutu makanan sebelum dikonsumsi oleh peserta didik.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Sukseskan MBG, BBPMP Jateng Gelar Rakor dan Simulasi Uji Organoleptik

Dalam simulasi tersebut, Dr. Yunina dari Kabupaten Wonosobo berkesempatan melakukan pengujian secara langsung. Dengan menggunakan instrumen penilaian yang telah disiapkan, beliau melakukan pengamatan terhadap berbagai aspek makanan, mulai dari warna, aroma, tekstur, rasa, hingga tingkat penerimaan secara keseluruhan.

Uji organoleptik merupakan metode sederhana namun sangat penting dalam memastikan makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga layak konsumsi dan diterima oleh penerima manfaat. Melalui proses ini, kualitas makanan dapat dievaluasi secara langsung menggunakan pancaindra manusia sehingga potensi masalah pada mutu pangan dapat dideteksi lebih awal.

Suasana simulasi berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan penilaian dan berdiskusi mengenai standar keamanan pangan yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan Program MBG. Kegiatan ini sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai mekanisme pengendalian mutu yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Kepala BBPMP Jawa Tengah melalui penyelenggaraan rakor ini menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui peningkatan kesehatan, konsentrasi belajar, dan tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui evaluasi, koordinasi, dan penguatan kapasitas para pelaksana di lapangan, diharapkan Program MBG dapat terus berkembang menjadi layanan publik yang berkualitas, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa.

Sebagai program prioritas nasional, MBG terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, termasuk penguatan standar keamanan pangan dan evaluasi pelaksanaan di daerah. Pemerintah menempatkan aspek kualitas layanan, validasi penerima manfaat, serta keamanan pangan sebagai bagian penting dalam keberhasilan program.

Firman Setiawan

Penulis: Agus Wijatmoko, M.Pd.

Kontributor

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan