Mahasiswa PMII di Purwokerto Sulap Alun-Alun da...

Mahasiswa PMII di Purwokerto Sulap Alun-Alun dan Kafe Jadi Lapak Baca Gratis, Hidupkan Ruh Intelektual Malam Hari

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, PURWOKERTO – Ada pemandangan tak biasa yang menghiasi sudut kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas belakangan ini. Di saat sebagian besar anak muda menghabiskan malam dengan sekadar bersenda gurau, sekelompok mahasiswa satu ini justru tampak asyik menggelar lapak buku gratis dan melingkar membuka forum diskusi di bawah remang-remang lampu kota.

Gerakan akar rumput ini dinamai “Teras Literasi”. Sebuah aksi nyata yang diinisiasi oleh seorang pemuda bernama Bung Zam Zam, bersama para sahabatnya sesama kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yakni Wahyu Tetuko, Rozaq, Akmal Ritonga, dan Irham.

Mereka secara konsisten mendedikasikan waktu malamnya untuk “menjemput bola”, membawa tumpukan literatur langsung ke tempat-tempat keramaian di mana anak muda kerap nongkrong.

Mahasiswa PMII di Purwokerto Sulap Alun-Alun dan Kafe Jadi Lapak Baca Gratis, Hidupkan Ruh Intelektual Malam Hari

Wadahi Pencinta Buku dan Diskusi

Pencetus Teras Literasi, Bung Zam Zam mengungkapkan, gerakan ini lahir dari kegelisahan terhadap pudarnya iklim dialektika dan menurunnya minat baca di kalangan generasi muda saat ini. Melalui gerakan ini, ia ingin menciptakan ruang kelompok yang inklusif dan mudah diakses oleh siapa saja tanpa sekat birokrasi yang kaku.

“Adanya Teras Literasi untuk mewadahi secara kolektif orang-orang yang suka baca buku dan diskusi. Urgensinya itu meningkatkan literasi,” ujar Zam Zam saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Purwokerto, Selasa (16/6/2026) malam.

Konsep yang diusung oleh Teras Literasi terbilang unik karena menerapkan sistem nomaden alias berpindah-pindah tempat. Lokasi yang kerap dijadikan sasaran lapak baca ini bergeser dari kawasan Alun-Alun Purwokerto hingga ke berbagai kafe lokal yang ramah uang kantong mahasiswa.

Waktu pelaksanaannya pun sengaja dipilih pada malam hari, memanfaatkan momentum saat mahasiswa dan masyarakat umum telah lepas dari penatnya jam formal kuliah maupun kerja.

Melebur Sekat Formalitas Kampus

Di lapak Teras Literasi, semua pengunjung dibebaskan untuk membaca koleksi buku lintas disiplin ilmu yang disediakan secara cuma-cuma. Tidak berhenti di situ, para penggerak seperti Wahyu Tetuko, Rozaq, Akmal Ritonga, dan Irham juga aktif memantik lingkaran diskusi yang sederajat bersama pengunjung yang singgah.

Di ruang terbuka inilah, sekat-sekat formalitas kampus dilebur. Mahasiswa dari berbagai latar belakang jurusan dapat duduk bersama, meminum kopi,dan saling bertukar gagasan secara sehat serta berbobot.

Melalui konsistensi gerakan Teras Literasi ini, Bung Zam Zam dan kawan-kawan berharap budaya membaca tidak lagi dianggap sebagai aktivitas yang membosankan di dalam perpustakaan. Sebaliknya, literasi harus bertransformasi menjadi gaya hidup (lifestyle) yang melekat erat pada diri mahasiswa selaku agen perubahan sosial. (*)

Firman Setiawan

Penulis: Wahyu Tetuko

Mahasiswa Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prodi Pendidikan Agama Islam.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan