JATENGKU.COM, BATANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Tim I-73 mengajak warga Desa Bandung, Kecamatan Pecalungan, untuk bersama-sama mengelola sampah rumah tangga dan mengembangkan potensi agrowisata secara berkelanjutan. Program multidisiplin ini dirancang untuk menjawab permasalahan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi desa.
Salah satu mahasiswa, Imamuddin Akmal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, bersama rekan-rekannya menyadari bahwa persoalan sampah yang dibuang ke sungai telah berdampak pada sistem irigasi pertanian dan lingkungan. Melalui program “Sampah Bernilai”, mereka mengajak masyarakat dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk melihat sampah sebagai sumber penghasilan.
“Kami mengajak ibu-ibu PKK dan pengelola BUMDes untuk memilah sampah anorganik yang memiliki nilai jual,” kata Imamuddin. “Dengan sistem pencatatan sederhana menggunakan Excel, setiap warga bisa melihat langsung manfaat ekonomi dari mengumpulkan sampah, bukan membuangnya ke sungai.”
Program ini telah dijalankan dengan memberikan pelatihan kepada perangkat desa dan pengelola BUMDes tentang pembukuan sampah. Pemerintah desa menyambut baik inisiatif ini dan berencana melengkapi fasilitas tempat sampah serta menyusun peraturan desa untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Selain program pengelolaan sampah, mahasiswa UNDIP juga mengajak warga mengembangkan potensi agrowisata desa. Desa Bandung yang memiliki kebun buah dan curug berpotensi menjadi destinasi wisata alam yang menarik.
“Bersama perangkat desa dan BUMDes, kami menyusun masterplan agrowisata dengan pendekatan Business Model Canvas,” jelas Imamuddin. “Model ini membantu warga memahami bagaimana mengelola potensi wisata secara profesional, mulai dari segmentasi pengunjung, penentuan harga, hingga promosi.”
Masterplan agrowisata yang telah diserahkan kepada desa diharapkan dapat menjadi panduan pengembangan wisata berkelanjutan. Ke depan, pemerintah desa berencana mencari investor dan mempromosikan potensi wisata sambil terus mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai daya tarik utama pariwisata.
Program KKN UNDIP di Desa Bandung tidak hanya fokus pada pelatihan teknis, tetapi juga melibatkan mahasiswa dalam kegiatan sosial sehari-hari. Imamuddin terlibat sebagai koordinator bidang administrasi dan keuangan di balai desa, membantu memperbaiki sistem administrasi dan tata kelola keuangan desa.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, mahasiswa UNDIP berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan. “Kami ingin warga Desa Bandung melihat bahwa menjaga lingkungan dan mengelola potensi desa dengan baik akan membawa manfaat ekonomi jangka panjang,” tutup Imamuddin.