Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNY Gelar K...

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNY Gelar Kampanye “Jalan untuk Semua” Untuk Meningkatkan Inklusivitas Trotoar

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Yogyakarta — Kegiatan kampanye “Jalan untuk Semua” mengenai inklusivitas trotoar dan ruang publik pejalan kaki di lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan sekitarnya, menjadi salah satu bentuk proyek kesadaran publik yang dilakukan secara independen oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNY. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area kampus dan komunitas sekitarnya dalam rentang waktu tahap implementasi, yakni pada 4 hingga 6 Mei 2026.

Program mandiri ini digerakkan secara penuh oleh sekelompok mahasiswa UNY yang merancang serta memfasilitasi proses distribusi materi kampanye kepada masyarakat secara langsung. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif swadaya untuk memecahkan masalah inklusivitas kota sekaligus sarana pembelajaran otonom mengenai keterampilan penelitian lapangan, desain komunikasi, dan kerja sama tim.

Pendistribusian poster kampanye dilakukan secara terjadwal dan terorganisasi melalui beberapa fase pelaksanaan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa secara mandiri berbagi peran, mulai dari proses survei lapangan, pemetaan masalah, perancangan desain awal, revisi evaluasi uji coba, hingga pembagian poster kepada masyarakat. Dengan adanya inisiatif pembagian tugas yang terstruktur oleh masing-masing anggota tim, proses kampanye dapat berlangsung terarah dan berhasil menyebarkan 18 poster di area target.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNY Gelar Kampanye “Jalan untuk Semua” Untuk Meningkatkan Inklusivitas Trotoar

Proyek kampanye ini merupakan salah satu bentuk advokasi sosial independen yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan ketiadaan atau ketidaklayakan infrastruktur trotoar di Indonesia. Selain memberikan edukasi secara langsung kepada 11 orang masyarakat yang berinteraksi, kegiatan ini juga menjadi bukti kontribusi mahasiswa secara mandiri dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), khususnya SDG 11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Selama pelaksanaan kegiatan, kelompok mahasiswa UNY ini menunjukkan partisipasi aktif dan kemandirian penuh dalam menyukseskan program. Mereka turun langsung memetakan tingginya minat masyarakat untuk berjalan kaki yang belum terfasilitasi, serta memastikan bahwa distribusi poster berjalan efektif untuk meningkatkan kesadaran publik tanpa bergantung pada arahan pihak eksternal.

Ketua kelompok proyek, Hafizh Mukhlas Abror, yang bertugas mengoordinasikan seluruh jalannya kampanye, memastikan bahwa kegiatan kampanye independen ini didokumentasikan dengan baik dalam sebuah laporan akhir. Berdasarkan laporan tersebut, proyek kampanye ini tidak hanya bertujuan mengatasi permasalahan hak pejalan kaki, tetapi juga murni menjadi instrumen untuk mengembangkan keahlian praktis para mahasiswa secara mandiri.

“Proyek kampanye ini memiliki tujuan utama untuk mengatasi permasalahan inklusivitas infrastruktur pejalan kaki (SDG 11) melalui kampanye kesadaran oleh mahasiswa,” tulis laporan akhir Kelompok Mahasiwa tersebut. Laporan itu juga menyebutkan bahwa melalui inisiatif proyek ini mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan dalam pemecahan masalah serta menyediakan solusi kesadaran publik yang mendorong perubahan perilaku secara swadaya.

Dokumen laporan tersebut juga menambahkan bahwa inisiatif mahasiswa ini dilatarbelakangi oleh temuan mereka akan kondisi sistem tata kota yang belum optimal, di mana ruang publik bagi pejalan kaki kerap diabaikan akibat alih fungsi lahan. Menurut kelompok tersebut, kegiatan mandiri yang dilakukan di lingkungan UNY ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk merespons keterbatasan akses publik tersebut secara proaktif.

“Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi aktif antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem perkotaan yang mendukung budaya berjalan kaki demi mencapai target kota berkelanjutan pada tahun 2030,” urai kelompok tersebut dalam laporannya sebagai bentuk pemikiran kritis mereka terhadap isu tata kota.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNY Gelar Kampanye “Jalan untuk Semua” Untuk Meningkatkan Inklusivitas Trotoar

Sementara itu, untuk memastikan dampak program terus berlanjut, tim mahasiswa secara independen telah menyiapkan sejumlah rencana keberlanjutan yang difokuskan pada penguatan inisiatif di lingkungan akademis. Langkah mandiri tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi secara nyata terhadap diskursus pembangunan berbasis SDGs di tingkat kampus.

Sebagai gerakan yang diinisiasi oleh mahasiswa, kelompok ini menargetkan replikasi program secara mandiri di tingkat fakultas dan universitas. “Menjadikan model kampanye ini sebagai referensi bagi kelompok mahasiswa lain dalam project-based learning SDGs,” tulis kelompok tersebut terkait komitmen mereka untuk menyebarkan semangat advokasi kepada sesama rekan mahasiswa.

Tim ini juga menilai bahwa inisiatif mandiri dari kelompok mahasiswa sangat krusial sebagai langkah awal untuk mewujudkan konsep kota inklusif di lingkungan terdekat mereka. Melalui rekomendasi keberlanjutannya, kelompok mahasiswa tersebut secara langsung mendorong pihak universitas agar memperkuat kebijakan kampus dengan mempertimbangkan perbaikan fasilitas pedestrian di lingkungan UNY sebagai wujud komitmen riil terhadap SDGs.

Kegiatan advokasi mandiri yang telah melalui tahapan pilot testing pada 23 April 2026 ini menjadi contoh nyata bagaimana kemandirian mahasiswa mampu merespons isu penyediaan sistem transportasi yang aman dan terjangkau. Kampanye yang dirancang secara swadaya ini tidak hanya memperkuat diskursus hak pejalan kaki, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran independen bagi mahasiswa untuk mengevaluasi efektivitas pesan visual di lapangan secara langsung.

Melalui keterlibatan aktif dalam proyek mandiri ini, seluruh anggota tim, yaitu Naufal, Dava, Sabil, dan Altha, membuktikan bahwa mahasiswa mampu berkontribusi secara nyata pada pencapaian SDG 3 mengenai kehidupan sehat dan sejahtera. Kehadiran kampanye mereka di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan wawasan baru terkait pentingnya aksesibilitas bagi kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas.

Dengan selesainya tahap implementasi penyebaran poster di area kampus dan sekitarnya, inisiatif independen ini diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran publik secara berkelanjutan. Selain itu, inisiatif ini menjadi bukti kuat bahwa pergerakan mahasiswa yang mandiri dalam merumuskan solusi tata kota dapat berperan aktif dalam mendorong terciptanya lingkungan ruang publik yang aman, inklusif, dan ramah bagi semua orang.

Penulis:

  • I Made Altha Devara Sandiputra
  • Hafizh Mukhlas Abror
  • Naufal Hilmi Annafi
  • Dava Ashar Hanafi
  • Muhammad Sabil Ar Rosyad

Adalah sekelompok mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2024 Universitas Negeri Yogyakarta.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan