JATENGKU.COM, Kab. Semarang — Pengelolaan desa wisata yang efektif tidak hanya sepenuhnya bergantung pada potensi sumber daya alam maupun budaya setempat, tetapi juga pada kekuatan kelembagaan serta kualitas hubungan antar pengelola di tingkat desa. Apabila peran dan kewenangan antar lembaga belum terbangun secara jelas dan selaras, potensi konflik dapat muncul terjadi dan menghambat proses pengembangan desa wisata secara berkelanjutan.
Tim 07 KKN-T Undip sukses memfasilitasi ‘Workshop Penguatan Kelembagaan dan Manajemen Konflik’ sebagai upaya membangun sinergi kolektif di Desa Wisata Glawan. Kegiatan ini berfungsi sebagai wadah pembelajaran untuk menyelaraskan persepsi antarunsur desa dalam mencegah konflik internal. Melalui bimbingan dari Dr. Amni Zarkasyi Rahman, Junjung Sahala, S.Sos., M.A.P., dan Damaris Bernike Bellastuti, M.A., workshop tersebut menjadi instrumen penting dalam mewujudkan ekosistem wisata desa yang harmonis dan berkelanjutan.

Kegiatan workshop ini dilangsungkan di Aula Balai Desa Glawan pada Selasa (27/01/2026) dengan dihadiri oleh Pemerintah Desa Glawan, Pokdarwis Glawan, serta BUMDes Glawan yang berperan sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan pengembangan Desa Wisata Glawan.
“Pemerintah Desa Glawan berkomitmen untuk terus memfasilitasi pertemuan antara BUMDes dan Pokdarwis sebagai upaya memperkuat sinergi kelembagaan. Kami berharap komunikasi dan koordinasi yang terbangun dapat mendukung pengelolaan desa wisata yang lebih terarah, harmonis, dan berkelanjutan,” ujar Agus Supriyadi selaku Kepala Desa Glawan dalam sesi sambutan.
Kegiatan workshop ini diawali dengan pemaparan dua materi mengenai Manajemen Konflik dan Penguatan Kelembagaan yang menekankan pentingnya kejelasan pembagian peran, tata kelola organisasi yang baik, serta mekanisme penyelesaian konflik dalam mendukung kinerja lembaga desa. Pemaparan ini menjadi landasan awal bagi peserta untuk membangun pemahaman bersama sebelum terlibat secara aktif dalam proses diskusi dan perumusan solusi yang lebih aplikatif pada sesi workshop metaplan.


Kegiatan selanjutnya merupakan sesi diskusi interaktif menggunakan metaplan dengan terbagi menjadi dua kelompok yang diawali dengan pemberian kasus posisi yang diambil dari pengalaman langsung oleh Pokdarwis maupun BUMDes sebagai dasar untuk pelaksanaan kegiatan workshop. Setiap kelompok saling mendiskusikan terkait solusi dari kasus posisi tersebut dan juga menggunakan metode metaplan sebagai bentuk partisipatif untuk menjaring aspirasi dan solusi dari setiap peserta. Hasil workshop metaplan ini akan menjadi dasar dalam perumusan dokumen Policy Brief Penguatan Kelembagaan dan Manajemen Konflik.
Hasil dari workshop metaplan selanjutnya dipaparkan oleh perwakilan setiap kelompok dalam forum bersama sebagai bentuk transparansi atas solusi-solusi yang ditawarkan tiap kelompok dalam menjawab kasus posisi sekaligus menjadi bahan masukan dalam penguatan kelembagaan dan manajemen konflik untuk pengelolaan wisata berkelanjutan bagi Pokdarwis dan BUMDes Glawan.
Dalam sesi pemaparan dan tanggapan, perwakilan Perangkat Desa Glawan menyampaikan apresiasi kepada KKN Tematik Tim 07 UNDIP atas fasilitasi forum dialog untuk Pokdarwis dan BUMDes Glawan dan dapat menjadi langkah awal yang penting dalam membangun komunikasi dan sinergi kelembagaan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Glawan secara berkelanjutan.
Sebagai hasil akhir, kegiatan ini menghasilkan dokumen Policy Brief yang memuat alternatif solusi atas berbagai tantangan kelembagaan yang dihadapi oleh Pokdarwis dan BUMDes Glawan. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi rujukan awal bagi Pokdarwis maupun BUMDes dalam merumuskan langkah strategis penguatan kelembagaan dan manajemen konflik untuk pengelolaan wisata berkelanjutan di Desa Glawan.
Adapun dampak nyata dari kegiatan ini terlihat dari tercapainya kesepakatan antara Pokdarwis dan BUMDes untuk menyelenggarakan pertemuan lanjutan dalam rangka membahas reorganisasi kepengurusan Pokdarwis serta peninjauan dan pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) BUMDes. Kesepakatan ini menjadi indikasi positif terbangunnya komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola kelembagaan desa.
Melalui kegiatan workshop ini, KKN-T Tim 07 UNDIP menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung penguatan kelembagaan desa melalui pendekatan partisipatif, dialogis, dan berorientasi pada penyelesaian masalah sebagai upaya mendukung pengembangan Desa Wisata Glawan yang lebih sinergis dan berkelanjutan.