Biaya Efisien, Dampak Nyata! Tim KKN Tematik 14...

Biaya Efisien, Dampak Nyata! Tim KKN Tematik 14 Universitas Diponegoro Hadirkan Sistem Monitoring Kualitas Air untuk Budidaya Lele Warga Desa Margosari

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Kendal – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 14 Universitas Diponegoro Tahun 2026 melaksanakan program multidisiplin berupa implementasi sistem monitoring kualitas air real-time berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi Telegram untuk mendukung budidaya ikan lele di Desa Margosari, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026 melalui kolaborasi antara mahasiswa lintas disiplin, Pemerintah Desa Margosari, serta Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) setempat.

Pelaksanaan program diawali dengan kegiatan observasi lapangan dan diskusi bersama perangkat desa serta anggota Pokdakan Desa Margosari guna mengidentifikasi permasalahan utama dalam kegiatan budidaya ikan lele. Hasil observasi menunjukkan bahwa pemantauan kualitas air kolam masih dilakukan secara tradisional, sehingga perubahan parameter penting seperti suhu dan pH air belum dapat terdeteksi secara cepat dan akurat, yang berpotensi memengaruhi kesehatan ikan dan hasil panen.

Berdasarkan temuan tersebut, Tim KKN Tematik 14 Undip merancang dan membangun sistem pemantauan kualitas air kolam berbasis IoT yang mampu memonitor kondisi air secara real-time. Perangkat pemantauan dipasang langsung pada kolam budidaya ikan lele milik Pokdakan sebagai sarana uji coba dan pembelajaran bersama. Data hasil pemantauan ditampilkan secara sederhana agar mudah dipahami oleh pembudidaya dalam mendukung pengambilan keputusan pengelolaan kolam secara lebih tepat dan efisien.

Program pengembangan sistem ini dilaksanakan melalui pembagian peran yang terstruktur sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing anggota tim. Bagus Panggalih dari Teknik Komputer berperan dalam perancangan sistem komunikasi data antar perangkat serta integrasi bot Telegram sebagai media notifikasi pemantauan real-time, sementara Efesus Galatia Khasea Banurea dari Teknik Komputer bertugas sebagai embedded system engineer yang merancang dan mengintegrasikan rangkaian komponen elektronik pada perangkat monitoring.

Anugrah Excell dari Teknik Komputer berperan sebagai programmer yang mengembangkan logika sistem, pengolahan data sensor, serta memastikan perangkat lunak dapat berjalan stabil dan terintegrasi dengan sistem komunikasi. Dari bidang Teknik Elektro, Carlen Rafael H. Sihombing berperan sebagai instrumentation specialist dalam proses kalibrasi dan validasi sensor kualitas air, sedangkan Nehemia Parsaulian Lumban Tobing menangani sistem catu daya dengan mengonversi energi dari panel surya ke perangkat menggunakan buck converter agar sistem dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Anugerah Bintang Mahendra dari Rekayasa Perancangan Mekanik bertanggung jawab dalam perancangan model 3D panel box sebagai pelindung perangkat, sementara Angela Febina Shandy Ananda dari bidang Akuakultur melaksanakan sosialisasi kepada pembudidaya terkait nilai pH dan suhu air yang optimal bagi pertumbuhan ikan lele. Adapun Catur Purna Sari dari bidang Fisika berperan dalam sosialisasi penggunaan alat monitoring kepada masyarakat guna memastikan pemanfaatan teknologi dapat dilakukan secara tepat dan mandiri.

Selain implementasi teknologi, Tim KKN Tematik 14 Undip juga melaksanakan kegiatan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat pembudidaya terkait cara penggunaan dan perawatan alat, serta pemahaman dasar mengenai parameter kualitas air yang berpengaruh terhadap kesehatan ikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam mengelola budidaya ikan lele secara berkelanjutan.

Biaya Efisien, Dampak Nyata! Tim KKN Tematik 14 Universitas Diponegoro Hadirkan Sistem Monitoring Kualitas Air untuk Budidaya Lele Warga Desa Margosari
Pengimplementasian alat monitoring di Kolam

Program ini mendapatkan respons positif dari masyarakat setempat. Pak Pras, salah satu pembudidaya ikan lele di Desa Margosari, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut. “Ini merupakan program yang bagus, di mana alat monitoring ini membantu peternak lele untuk memantau kualitas air dan meningkatkan kualitas bibit serta hasil panen nantinya,” ujarnya.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, program multidisiplin ini melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Sinergi antara mahasiswa, Pemerintah Desa Margosari, dan Pokdakan setempat diharapkan menjadi langkah awal menuju modernisasi budidaya perikanan serta peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Desa Margosari secara berkelanjutan.

Penulis: Angela F. S. A., Anugerah B. M., Bagus P., Carlen R. H. S., Efesus G. K. B., Nehemia P. L. T.,Anugrah E. P., Catur P. S., Hendrik Anggi S.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan