Usung Tema BESTARI, Mahasiswa Undip Beri Edukas...

Usung Tema BESTARI, Mahasiswa Undip Beri Edukasi Consent dan Personal Boundaries Untuk Cegah Kekerasan Seksual Remaja

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Semarang — Mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukasi mengenai pentingnya persetujuan (consent) dan batasan diri (personal boundaries) di SMP Negeri 30 Semarang pada Rabu (10/06). Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada remaja di Kota Semarang.

Mengusung tema “BESTARI: Bersama Kenali Batasan Diri dan Lindungi Diri”, kegiatan dikemas dalam bentuk talkshow interaktif yang diikuti oleh 30 siswa kelas 7 dan 8 SMP Negeri 30 Semarang.

Kepala UPTD PPA Kota Semarang, Dina Nurani, dalam sambutannya menegaskan bahwa remaja memiliki peran penting sebagai pelopor dan pelapor dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekitar.

“Anak-anak harus berani menjadi pelopor dan pelapor ketika melihat ataupun mengalami tindakan yang tidak nyaman atau mengarah pada kekerasan seksual. Jangan takut untuk berbicara dan mencari bantuan,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual di Kota Semarang, khususnya yang melibatkan remaja usia 13 hingga 17 tahun. Masa remaja menjadi fase ketika seseorang mulai mengenal kedekatan emosional dan hubungan romantis dengan lawan jenis. Namun, kurangnya pemahaman mengenai persetujuan (consent) dan batasan diri (personal boundaries) kerap kali membuat remaja rentan mengalami maupun melakukan pelanggaran terhadap hak diri sendiri dan orang lain.

Melalui program edukasi ini, mahasiswa Informasi dan Humas Undip bersama DP3A Kota Semarang berupaya memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya persetujuan (consent) dalam setiap interaksi sosial, baik secara verbal maupun nonverbal. Tak hanya itu saja, siswa juga diajak memahami bahwa setiap orang memiliki batasan pribadi yang wajib dihormati oleh orang lain.

Kegiatan talkshow menghadirkan psikolog dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Semarang sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai materi penting, mulai dari pengertian persetujuan (consent) dan batasan diri (personal boundaries), prinsip memberikan persetujuan, penerapan dalam kehidupan sehari-hari, hingga bentuk-bentuk kekerasan seksual yang sering terjadi di lingkungan remaja.

Tidak hanya menerima materi semata, peserta juga terlibat aktif dalam berbagai sesi interaktif, seperti sesi tanya jawab bersama narasumber, studi kasus, refleksi diri. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang berani menyampaikan pendapat terkait kasus pelanggaran consent maupun personal boundaries yang ada di sekitar mereka, sekaligus memberikan pandangan bagaimana seharusnya seseorang bersikap ketika batasan dirinya dilanggar,

Selain meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu kekerasan seksual, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kesetaraan gender dan perlindungan terhadap hak setiap individu. Melalui edukasi sejak dini, siswa diharapkan mampu membangun lingkungan pergaulan yang lebih aman, sehat, dan saling menghormati hak satu sama lain.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun peserta. Melalui program BESTARI, mahasiswa Informasi dan Humas Undip beserta DP3A Kota Semarang berharap edukasi mengenai consent (persetujuan) dan personal boundaries (batasan diri) dapat terus diperluas sebagai langkah preventif dalam menekan angka kekerasan seksual pada remaja, khususnya di Kota Semarang.

Usung Tema BESTARI, Mahasiswa Undip Beri Edukasi Consent dan Personal Boundaries Untuk Cegah Kekerasan Seksual Remaja

Usung Tema BESTARI, Mahasiswa Undip Beri Edukasi Consent dan Personal Boundaries Untuk Cegah Kekerasan Seksual Remaja

Usung Tema BESTARI, Mahasiswa Undip Beri Edukasi Consent dan Personal Boundaries Untuk Cegah Kekerasan Seksual Remaja

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan