JATENGKU.COM, SEMARANG – Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) sukses menggelar kampanye anti-bullying bertajuk “Sekolah Ceria Tanpa Bullying” di SD Negeri Muktiharjo Kidul 04 Semarang, Selasa (9/6). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00-10.30 WIB ini menyasar 28 siswa kelas 5 dan dilaksanakan di tengah momentum classmeet sekolah.
Kehadiran tim mahasiswa USM disambut hangat oleh Kepala Sekolah SDN Muktiharjo Kidul 04, Ibu Ratna Wijayanti, S.Pd., M.Pd. Kampanye ini merupakan implementasi nyata dari mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas yang diampu oleh Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., dengan tujuan mendorong mahasiswa memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Ini merupakan bagian dari praktik mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas. Dengan mengangkat tema bullying, kami berharap kegiatan ini bermanfaat bagi adik-adik siswa karena faktor risiko bullying itu ada di sekeliling kita. Ini juga menjadi harapan kami untuk menjadikan mahasiswa USM berdampak dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si.

Kepala Sekolah SDN Muktiharjo Kidul 04 Semarang, Ibu Ratna Wijayanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 6 ini.
“Terima kasih kepada mahasiswa USM yang hari ini sudah mensosialisasikan tentang bahaya bullying kepada murid-murid kami. Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa tahu dan paham bagaimana cara pencegahan, serta bagaimana bersikap ketika menjadi korban, sehingga ke depan tidak ada lagi tindakan pembullyan di sekolah,” tutur Ibu Ratna.
Kampanye edukatif ini dikemas secara interaktif melalui dua sesi materi utama. Materi pertama, “Anti-Bullying Base On Psikologi”, disampaikan oleh Margaretha Sri Wahyuningrum, S.Psi. (Narasumber Eksternal), yang mengupas tuntas jenis-jenis bullying (fisik, verbal, sosial), fakta lapangan, hingga dampak psikologis bagi korban.
Sementara materi kedua, “Anti-Bullying dari Sisi Ilmu Komunikasi”, dipaparkan oleh Christina Elok Ayu Widyantari yang berfokus pada peran komunikasi dalam mencegah perundungan serta cara mengatasinya.
Menariknya, kampanye ini tidak hanya mengandalkan pemaparan teori lewat slide, melainkan diperkuat dengan visualisasi nyata berupa pertunjukan drama pendek yang diperankan langsung oleh mahasiswa kelompok 2. Drama tersebut menyajikan simulasi tindakan bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah sehari-hari. Demi memberikan efek emosional yang mendalam dan realistis bagi para siswa, tim mahasiswa tampil totalitas dengan dukungan tata rias (make-up) karakter yang matang.

Melalui pendekatan teatrikal tersebut, 28 siswa kelas 5 diajak melihat langsung dampak buruk perundungan secara psikis maupun fisik, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi ice breaking edukatif dan diskusi interaktif.
Margaretha selaku narasumber eksternal menilai antusiasme peserta sangat luar biasa dari awal hingga akhir acara. “Menurut aku, acaranya hari ini bener-bener luar biasa banget. Terima kasih untuk Ilmu Komunikasi USM atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Sukses dan semangat terus untuk teman-teman semester 6,” ungkap Margaretha.
Melalui kampanye “Sekolah Ceria Tanpa Bullying” ini, kelompok mahasiswa USM berharap siswa-siswi SDN Muktiharjo Kidul 04 Semarang dapat menanamkan komitmen untuk saling menghargai, menyayangi, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta bebas dari perundungan melalui pesan utama mereka: “Belajar Saling Jaga, Bukan Saling Menyakiti.”
Tentang Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM):
Jurusan Ilmu Komunikasi berada di bawah naungan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang. Berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang media, broadcasting, dan Public Relations yang berbasis pada nilai-nilai profesionalisme serta pengabdian masyarakat.