Pertumbuhan Ekonomi Dunia Melambat, Perdagangan...

Pertumbuhan Ekonomi Dunia Melambat, Perdagangan Indonesia Terimbas

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Jakarta – Awan mendung menyelimuti prospek ekonomi global memasuki tahun 2026. International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 3,1%, dengan negara berkembang hanya tumbuh di kisaran 3,9%.

Dampak perlambatan ini mulai merembet ke sektor perdagangan Indonesia. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memperkirakan pertumbuhan ekspor nasional akan melambat ke level 4%–5% akibat konflik geopolitik yang memicu lonjakan biaya logistik. Meskipun nilai ekspor awal tahun masih tercatat sebesar US$44,32 miliar, melemahnya permintaan dari mitra dagang utama seperti Tiongkok dan India menjadi alarm bagi ketahanan ekonomi domestic.

BPS mencatat pertumbuhan Q1 2026 solid di angka 5,61% (yoy), didorong belanja pemerintah dan momen lebaran, namun tetap waspada akan perlambatan di kuartal berikutnya. Meskipun tumbuh, konsumsi berpotensi tertekan jika inflasi energi tinggi berlanjut. Perlambatan ekonomi dunia membuat investor lebih berhati-hati dan fokus pada hilirisasi, pengembangan pasar ekspor baru, dan menjaga daya beli masyarakat melalui stimulus fiskal.

Menteri Keuangan dalam konferensi pers di Jakarta kemarin menyatakan bahwa tensi geopolitik yang belum mereda serta tingginya suku bunga global menjadi pemicu utama lesunya pasar internasional. Kondisi ini memaksa industri manufaktur di dalam negeri untuk menurunkan kapasitas produksi ekspor mereka guna menghindari penumpukan stok barang.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan komoditas andalan Indonesia, seperti kelapa sawit (CPO) dan batu bara, mengalami penurunan nilai ekspor sebesar 4,2 persen secara tahunan (year-on-year). Sebaliknya, nilai impor bahan baku penolong justru mengalami kenaikan. Hal tersebut menyebabkan surplus neraca perdagangan Indonesia mulai menyempit secara signifikan.

Firman Setiawan

Penulis: Nanda Sabrina

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan