PENINGKATAN KUALITAS PRODUK RUMAHAN MELALUI SERTIFIKASI DI KELURAHAN TUGUREJO
Semarang, 21 Juli 2025 – Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, menggelar program sertifikasi produk rumahan dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM lokal. Program yang diinisiasi oleh pemerintah kelurahan bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang ini diharapkan dapat mengangkat martabat produk rumahan hingga ke tingkat nasional.
Antusiasme Tinggi Pelaku UMKM
Program sertifikasi yang diselenggarakan di Balai Kelurahan Tugurejo pada Sabtu (21/7) ini dihadiri oleh lebih dari 50 pelaku UMKM dari berbagai RT/RW. Ibu Dwi (45), pemilik usaha keripik tempe dari RT 02/RW 05, mengaku sangat antusias mengikuti program ini.
“Selama ini produk saya hanya dijual di warung-warung sekitar. Dengan adanya sertifikasi ini, saya berharap bisa masuk ke minimarket dan toko-toko yang lebih besar,” ungkap Ibu Siti dengan penuh harap.
Hal senada disampaikan oleh Bapak Ahmad Susilo (38), pengrajin tahu bulat khas Tugurejo. “Program seperti ini sangat membantu kami yang masih awam soal sertifikasi. Biasanya proses sertifikasi itu ribet dan mahal, sekarang difasilitasi gratis,” katanya sambil tersenyum.
Standarisasi Produk Menjadi Fokus Utama
Lurah Tugurejo, Ibu MT Munjaenah, SE dalam sambutannya menekankan pentingnya standarisasi produk rumahan. “Kita tidak bisa lagi menjual produk semaunya. Konsumen sekarang semakin cerdas dan kritis. Mereka melihat label halal, tanggal kadaluarsa, komposisi, dan izin edar,” jelasnya.
Program sertifikasi ini meliputi beberapa tahapan, mulai dari edukasi tentang Good Manufacturing Practice (GMP), pendampingan pembuatan label dan kemasan, hingga proses pengajuan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan sertifikat halal.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski antusiasme tinggi, tidak sedikit pelaku UMKM yang masih merasa khawatir dengan proses sertifikasi. Ibu Riri (52), pembuat kue tradisional, mengungkapkan kekhawatirannya.
“Saya takut nanti produk saya tidak lulus standar. Soalnya selama ini bikin kue ya seadanya, ngikut resep turun-temurun dari ibu,” kata Ibu Mariyem.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, tim KKN Universitas Diponegoro memberikan jaminan bahwa proses pendampingan akan dilakukan secara intensif. “Kami akan mendampingi dari awal sampai produk benar-benar siap untuk disertifikasi,” jelas Nur Giafika ketua tim pendamping.
Proyeksi Ekonomi Positif
Dengan adanya program sertifikasi ini, diproyeksikan omzet pelaku UMKM di Kelurahan Tugurejo dapat meningkat hingga 200% dalam satu tahun ke depan. Target pasar yang lebih luas, mulai dari minimarket, supermarket, hingga e-commerce, menjadi peluang besar bagi para pelaku UMKM.
“Kalau produk kita sudah bersertifikat, kita bisa jual online juga. Zaman sekarang siapa yang tidak belanja online,” kata Ibu Siti Nurjanah dengan penuh optimisme.
Langkah Strategis Menuju UMKM Berkelanjutan
Program sertifikasi produk rumahan di Kelurahan Tugurejo ini merupakan bagian dari roadmap pengembangan UMKM berkelanjutan Kota Semarang. Dengan standarisasi yang baik, diharapkan produk UMKM lokal dapat bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga berpotensi untuk ekspor.
“Ini bukan hanya soal sertifikat, tapi soal mindset. Kita harus merubah mindset dari jualan sekedarnya menjadi entrepreneur yang profesional,” tutup Lurah Tugurejo, Ibu MT Munjaenah.
Program serupa rencananya akan dilaksanakan di 15 kelurahan lain di Kota Semarang sepanjang tahun 2025, dengan harapan dapat menciptakan ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan.