Tumbuhkan Entrepreneur Muda, Pengabdian Masyara...

Tumbuhkan Entrepreneur Muda, Pengabdian Masyarakat UNDIP Bersama Alumni Latih Santri Olah Bandeng Jadi Produk Bernilai Jual

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Semarang — Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Diponegoro (Undip), kembali melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian dengan menggelar pelatihan bertajuk “Pengabdian Masyarakat bersama Alumni” di Pondok Pesantren Progresif Fatimah Al-Amin pada Sabtu, 18 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda pengabdian, di mana pada pelaksanaan kali ini berfokus pada Pelatihan Pembuatan Sambal dan Pelatihan Desain Produk bersama Ummia Kitchen sebagai upaya penguatan keterampilan kewirausahaan santri.

Acara diawali sambutan dari perwakilan Tim Pengabdian Masyarakat FSM Undip, Prof. Yayuk Astuti S.Si., Ph.D., yang menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi melalui keterampilan praktis yang aplikatif. “Kewirausahaan dapat dimulai dari hal sederhana di sekitar kita. Dengan kreativitas dan ketekunan, dapur pun bisa menjadi sumber peluang usaha yang menjanjikan,” ujarnya.

Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan materi kewirausahaan dari narasumber praktisi, Yulia Syafana dari Ummia Kitchen. Dalam paparannya, ia mengajak para santri untuk melihat peluang usaha dari aktivitas sehari-hari, khususnya di bidang kuliner. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar membangun usaha mandiri, sikap yang perlu dimiliki seorang wirausaha, hingga berbagai tips praktis dalam memulai dan mengembangkan bisnis. Tidak hanya itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai dasar menentukan harga jual yang kompetitif.

Tumbuhkan Entrepreneur Muda, Pengabdian Masyarakat UNDIP Bersama Alumni Latih Santri Olah Bandeng Jadi Produk Bernilai Jual
Praktik Pembuatan Sambel Bandeng dan Bandeng Bumbu Bali

Pelatihan berlangsung interaktif dan inspiratif, dengan banyak diskusi serta berbagi pengalaman dari narasumber. Yulia menekankan bahwa konsistensi dan keberanian mencoba merupakan kunci utama dalam berwirausaha. “Memulai usaha tidak harus menunggu sempurna. Yang penting berani mencoba, terus belajar, dan menjaga kualitas produk agar konsumen percaya,” tuturnya.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik memasak sebagai inti dari pelatihan. Para santri diajak langsung membuat dua menu yang memiliki potensi usaha, yaitu sambel bandeng dan bandeng bumbu Bali. Dalam sesi ini, Yulia terjun langsung memberikan arahan mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan, peracikan bumbu, hingga proses memasak yang tepat untuk menghasilkan cita rasa yang konsisten.

Selain teknik memasak, peserta juga mendapatkan pelatihan terkait pengemasan produk. Yulia memperkenalkan metode pengemasan menggunakan segel hingga teknik vakum yang bertujuan memperpanjang umur simpan produk. Tidak ketinggalan, santri juga diajarkan teknik sederhana dalam pengambilan gambar produk agar terlihat menarik untuk dipasarkan, khususnya melalui media digital.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para santri aktif terlibat dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan hingga produk akhir siap dikemas. Hasil olahan yang telah dibuat kemudian dipresentasikan sebagai produk siap jual, memberikan pengalaman nyata tentang proses produksi hingga pemasaran.

Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka wawasan santri mengenai peluang usaha di bidang kuliner. Melalui pelatihan ini, diharapkan santri Pondok Pesantren Progresif Fatimah Al-Amin mampu mengembangkan ide usaha mandiri yang berkelanjutan serta memiliki nilai ekonomis di masa depan.

Penulis: Vinta Syaputri, Yayuk Astuti

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan