JATENGKU.COM, PEMALANG – Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program pemberdayaan ekonomi melalui penyusunan booklet berjudul “Cek Untung Rugi Kopimu”. Kegiatan ini berlangsung di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Minggu (18/8/2025), dan bertujuan meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM kopi serta keluarga petani.
Booklet tersebut disusun oleh Seno Adji Jovanka, mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNDIP, melalui metode dokumentatif dan partisipatif. Proses penyusunan diawali dengan observasi lapangan dan wawancara kepada pelaku UMKM kopi, keluarga petani, hingga ibu rumah tangga yang ikut mengelola usaha kopi. Informasi yang digali mencakup kebiasaan pencatatan keuangan, pemisahan kas usaha dan pribadi, hingga pemahaman mengenai konsep laba-rugi.
“Banyak pelaku UMKM yang belum terbiasa mencatat keuangan usaha. Mereka sering mencampur antara kas pribadi dan kas usaha, sehingga tidak tahu pasti apakah usahanya untung atau rugi. Dari sinilah ide booklet ini muncul,” ujar Seno.
Isi booklet mencakup penjelasan sederhana tentang pentingnya pencatatan keuangan harian dan bulanan, cara menghitung laba-rugi, pemisahan kas usaha dan pribadi, tips manajemen modal, serta strategi menabung. Agar mudah dipahami, booklet dilengkapi ilustrasi kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Pulosari.
Program ini berhasil menghasilkan booklet yang siap dibagikan kepada kelompok sasaran, yaitu pelaku UMKM kopi skala kecil, keluarga petani, ibu rumah tangga pengelola usaha kopi, dan pemuda desa. Namun, proses penyusunan juga menghadapi hambatan, terutama terkait perbedaan tingkat pemahaman literasi keuangan masyarakat serta kebutuhan penyesuaian bahasa agar lebih sesuai dengan konteks lokal.
Sebagai tindak lanjut, tim KKN berencana melakukan sosialisasi dan pendampingan penggunaan booklet kepada masyarakat. Selain itu, booklet ini akan diperbarui secara berkala agar selalu relevan dengan perkembangan kebutuhan UMKM kopi. Evaluasi juga akan dilakukan untuk menilai sejauh mana booklet mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan manajemen keuangan para pelaku usaha.
“Harapan kami, dengan adanya panduan ini, pelaku UMKM kopi di Desa Pulosari bisa lebih mandiri dalam mengelola keuangan dan mampu meningkatkan daya saing usahanya,” tambah Seno.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat setempat. Ibu Rojik, salah satu pengelola usaha kopi keluarga, mengaku terbantu dengan adanya booklet tersebut. “Selama ini saya bingung mencatat uang masuk dan keluar. Dengan panduan ini, saya jadi tahu cara sederhana menghitung untung rugi,” ujarnya.
Program KKN di Desa Pulosari masih akan berlanjut dengan sejumlah kegiatan lain yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan penguatan kelembagaan UMKM. Mahasiswa berharap rangkaian kegiatan ini dapat membawa manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.