JATENGKU.COM, Semarang – Dua mahasiswi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berhasil mengembangkan tiga sistem informasi selama menjalani program magang di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang, yang berlangsung pada Januari hingga April 2026.
Program magang yang dijalani tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menghasilkan karya nyata berupa tiga sistem berbasis digital yang dirancang untuk mendukung pelayanan publik dan kinerja internal di lingkungan Diskominfo Kota Semarang.
Selama masa magang, kedua mahasiswi tersebut terlibat aktif dalam seluruh tahapan pengembangan sistem, mulai dari proses identifikasi dan analisis kebutuhan pengguna, penyusunan alur sistem, perancangan desain antarmuka (UI/UX), hingga tahap implementasi dan pengujian berbasis web. Mereka juga melakukan koordinasi dengan tim internal untuk memastikan sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan instansi. Hasil dari rangkaian proses tersebut adalah tiga sistem yang memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung layanan digital di lingkungan Diskominfo Kota Semarang.
Sistem pertama adalah Sistem Informasi Kegiatan Kota Semarang, yang berfungsi sebagai media publikasi berbagai agenda, program, dan kegiatan pemerintah kota. Sistem ini dirancang dengan struktur informasi yang rapi dan tampilan yang mudah dipahami, sehingga masyarakat dapat dengan cepat memperoleh informasi terkait kegiatan yang sedang maupun akan dilaksanakan. Selain itu, sistem ini juga memudahkan pihak internal dalam melakukan pengelolaan dan pembaruan konten secara berkala.
Sistem kedua adalah Sistem Pengaduan Masyarakat, yang memungkinkan warga untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, maupun laporan terkait pelayanan publik secara daring. Sistem ini dilengkapi dengan fitur pengelompokan laporan, pelacakan status aduan, serta pengelolaan tindak lanjut oleh pihak terkait. Dengan adanya sistem ini, proses komunikasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi lebih terbuka, terarah, dan terdokumentasi dengan baik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, sistem ketiga adalah Sistem Pelaporan Kendala Website dan Aplikasi Instansi, yang ditujukan untuk membantu instansi pemerintah dalam melaporkan berbagai permasalahan teknis pada website maupun aplikasi yang digunakan. Sistem ini dirancang untuk mempermudah proses pelaporan, pencatatan, serta pemantauan penanganan kendala secara sistematis. Dengan adanya sistem ini, proses identifikasi dan penyelesaian masalah teknis dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terorganisir, sehingga meminimalkan gangguan pada layanan digital.

Dalam proses pengembangannya, kedua mahasiswi mendapatkan bimbingan langsung dari mentor di Diskominfo Kota Semarang. Mereka tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan, tetapi juga menyesuaikan dengan kebutuhan dan standar kerja di instansi pemerintahan. Selain itu, mereka juga belajar mengenai pentingnya kolaborasi tim, manajemen waktu, serta dokumentasi sistem yang baik agar hasil pengembangan dapat dipahami dan digunakan oleh pihak lain.
Pihak Diskominfo Kota Semarang turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi yang diberikan oleh mahasiswa magang. Sistem yang dikembangkan dinilai memiliki potensi untuk diimplementasikan secara berkelanjutan serta dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan instansi. Keberadaan sistem-sistem tersebut diharapkan dapat mendukung upaya transformasi digital pemerintahan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami berharap ketiga sistem ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi instansi maupun masyarakat,” – Kikit Wahyuni (mahasiswi)
“Melalui magang ini, kami mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama dalam memahami kebutuhan pengguna dan proses pengembangan sistem di instansi pemerintah,”– Erika Puji Suhartanti (mahasiswi)
“Mahasiswa magang mampu menghadirkan solusi yang inovatif dan aplikatif. Ini menjadi nilai tambah bagi pengembangan layanan digital kami,” – Arif Kurnia Rachman (pembimbing dari Diskominfo)
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa program magang dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkarya dan berkontribusi secara nyata. Kedua mahasiswi berharap sistem yang telah mereka kembangkan dapat terus dimanfaatkan dan disempurnakan, serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk menghasilkan inovasi selama menjalani magang.