JATENGKU.COM, WONOGIRI — Di tengah masih banyaknya pelaku UMKM yang mengandalkan proses manual, seorang pengusaha muda asal Wonogiri memilih jalan berbeda dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam operasional usahanya. Syams Djuhair Hibatullah, 23 tahun, pendiri Halu Goods Indonesia, berhasil mengembangkan sistem AI Agent yang kini mendelegasikan sekitar 70 persen pekerjaan administratif dan manajemen di ekosistem bisnisnya.
Melalui unit kuliner Dimsum Sewu by Halu Goods, Halu Goods Indonesia melaporkan omzet sekitar Rp1,5 miliar per tahun. Prestasi itu dicapai berkat dukungan sistem operasional berbasis otomatisasi dan kecerdasan buatan yang dirancang untuk menyederhanakan alur kerja dan meningkatkan efisiensi.
Menurut Syams, tujuan penerapan AI bukanlah menggantikan peran manusia, melainkan mengurangi beban tugas administratif yang repetitif. Dengan begitu, tim dapat berkonsentrasi pada pelayanan pelanggan, operasional harian, dan pengembangan produk yang membutuhkan sentuhan kreatif dan interaksi manusia.
Berbeda dengan praktik banyak UMKM yang masih menggunakan aplikasi terpisah, Halu Goods mengembangkan ekosistem digital internal yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Pengembangan ini melibatkan pemanfaatan berbagai teknologi AI modern untuk membangun workflow otomatis, pengelolaan data, monitoring operasional, dan sistem pelaporan internal.
Biaya operasional teknologi perusahaan relatif rendah, sekitar Rp1,5 juta per bulan, namun mampu menyelesaikan banyak pekerjaan yang sebelumnya memerlukan sumber daya manusia lebih besar. Menurut Syams, hal ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alat untuk mempercepat proses bisnis secara terukur dan efisien.
Dari pengembangan teknologi tersebut, Halu Goods Indonesia menciptakan beberapa platform internal, termasuk Halu Goods Smart Hub (HGSH) untuk manajemen tugas dan verifikasi pekerjaan kru, Dimsum Sewu POS sebagai sistem kasir khusus operasional, serta Ujug-Ujug Delivery yang mendukung distribusi antar-cabang.
Selain penggunaan internal, Halu Goods mulai mengembangkan solusi digital untuk UMKM lokal. Syams menilai salah satu hambatan utama adopsi teknologi pada UMKM adalah biaya tinggi dan ketergantungan pada platform besar yang membatasi kepemilikan data. Halu Goods menawarkan pendekatan yang menjaga kedaulatan data bagi pelaku usaha.
Saat ini Dimsum Sewu by Halu Goods mengoperasikan enam outlet di wilayah Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Dengan integrasi sistem operasional yang semakin matang, perusahaan menargetkan ekspansi hingga 18 outlet pada akhir tahun 2026, didukung jaringan distribusi internal Ujug-Ujug Delivery untuk menjaga konsistensi pasokan dan kualitas produk.
Halu Goods Indonesia bergerak di bidang pengembangan bisnis berbasis teknologi dengan fokus membantu UMKM. Perusahaan membuka peluang kerja sama strategis, konsultasi digitalisasi, dan pengembangan sistem otomatisasi berbasis AI untuk memperluas dampak adopsi teknologi di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah.