JATENGKU.COM, Sukoharjo – Dalam usaha menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan anak-anak sejak usia dini, Alief Putra Ramadhan, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), menginisiasi program sosialisasi yang mengangkat tema pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS). Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN-T IDBU 29) yang dilaksanakan di Desa Plumbon sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan edukasi berlangsung pada Kamis (17/07/2025) di kelas 5 SDN 1 Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dengan tujuan mengenalkan pentingnya menjaga kelestarian DAS kepada siswa-siswi. Alief mengemas materi pembelajaran ini secara interaktif dan menyenangkan agar anak-anak dapat memahami konsep yang terkadang dianggap abstrak dalam kehidupan sehari-hari
Melalui tema “Jaga Kelestarian DAS untuk Masa Depan yang Lebih Baik,” Alief menjelaskan bahwa DAS bukan hanya sebagai jalur mengalirnya air sungai, tetapi juga merupakan sebuah ekosistem penting yang memengaruhi kualitas air, menjaga keseimbangan alam, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.
Ia menekankan bahwa rusaknya DAS akibat kerusakan hutan, pencemaran limbah, dan penebangan pohon liar dapat membawa dampak buruk, seperti menurunnya pasokan air bersih hingga terjadi bencana banjir yang merugikan masyarakat luas.

Untuk memudahkan pemahaman siswa, Alief menyampaikan poin utama dalam menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai, antara lain:
- Peran Vital Daerah Aliran Sungai: Menjaga kelangsungan siklus air, mencegah erosi tanah, dan menyediakan sumber air bersih untuk kebutuhan manusia dan lingkungan.
- Efek Negatif Jika DAS Rusak: Meliputi pencemaran air, hilangnya habitat satwa, serta meningkatnya risiko banjir dan kekeringan
- Langkah Sederhana Menjaga DAS: Melibatkan diri dalam kegiatan penanaman pohon, tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai, serta mengedukasi orang sekitar untuk peduli lingkungan.
Di tengah sesi, Alief juga menggunakan alat peraga dan contoh kasus nyata di lingkungan sekitar untuk menunjukan bagaimana kegiatan manusia dapat mempengaruhi kondisi sungai dan DAS. Contohnya seperti penurunan kualitas air akibat sampah plastik yang dibuang sembarangan dan upaya komunitas lokal dalam melakukan penghijauan di bantaran sungai untuk mencegah erosi.
Sebagai penutup, diadakan sesi permainan edukatif dan kuis interaktif yang dirancang untuk mengukur pemahaman siswa terkait materi yang disampaikan. Pertanyaan dalam kuis mencakup peran DAS, contoh tindakan yang dapat merusak lingkungan, serta upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian sungai dan lingkungannya. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlebih dengan adanya hadiah menarik yang disediakan untuk pemenang kuis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi penerus dapat memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang lebih besar terhadap lingkungan sejak dini, khususnya memahami pentingnya menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai sebagai penopang utama kehidupan masyarakat dan alam.
Penulis: Alief Putra Ramadhan, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan:
– Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes.
– dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si.Med., Ph.D
– Prof. Dr. Ir. Suharyanto, M.Sc.
– Novia Sari Ristanti, S.T., M.T.