Dorong UMKM Lebih Tertib Finansial, Mahasiswa K...

Dorong UMKM Lebih Tertib Finansial, Mahasiswa KKN-T UNDIP Gelar Sosialisasi Pemisahan Keuangan Usaha dan Pribadi untuk UMKM di Desa Pakintelan

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU Tim 45 Universitas Diponegoro mengadakan sosialisasi bertajuk “Pengelolaan Keuangan untuk UMKM – Pemisahan Keuangan Usaha dan Pribadi” di Dusun Sironjang, Desa Pakintelan, Kecamatan Gunungpati pada 9 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Sironjang, Dusun Ndukuh, dan Dusun Winongsari yang mayoritas bergerak di sektor perdagangan makanan, kebutuhan rumah tangga, dan jasa.

Kegiatan ini dipandu oleh Naila Rif’ah Amelia, mahasiswa jurusan Akuntansi, yang menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan yang tertib merupakan dasar penting bagi keberlangsungan usaha, terlebih bagi UMKM.

Naila menjelaskan bahwa banyak UMKM kesulitan berkembang karena tidak memisahkan keuangan usaha dan pribadi. Hal ini sering membuat pelaku usaha tidak mengetahui keuntungan sebenarnya, kesulitan menambah modal, bahkan mengalami kerugian tanpa disadari.

Sebagai mahasiswa akuntansi, Naila menekankan bahwa kebiasaan memisahkan keuangan usaha dan pribadi merupakan langkah mendasar yang wajib dilakukan oleh setiap pelaku UMKM. Menurutnya, pemisahan ini tidak hanya mempermudah proses perhitungan laba dan kerugian secara akurat, tetapi juga membantu dalam menyusun perencanaan modal yang terukur untuk pengembangan usaha di masa mendatang.

Materi yang disampaikan meliputi permasalahan umum keuangan UMKM, prinsip 3P (Pisahkan, Pencatatan, Periksa), contoh pencatatan manual sederhana, serta pengenalan aplikasi digital seperti BukuWarung dan TemanBisnis. Peserta yang merupakan pelaku UMKM setempat mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif bertanya, terutama mengenai pencatatan penghasilan yang tidak tetap dan kebiasaan menggunakan uang usaha untuk kebutuhan rumah tangga.

Dalam sesi penyampaian materi, Naila menyampaikan, “Harapan kami, setelah kegiatan ini, para pelaku UMKM dapat mulai memisahkan keuangan usaha dari pribadi, sekecil apa pun usahanya. Pencatatan yang rapi akan membantu Bapak dan Ibu mengetahui kondisi usaha secara jelas dan membuat usaha lebih mudah berkembang.”

Selama kegiatan para peserta aktif bertanya, terutama terkait cara mencatat jika pendapatan harian tidak tetap dan cenderung merugi. Beberapa pelaku UMKM mengaku baru mengetahui bahwa pencatatan keuangan rapi dapat mempermudah mereka memperoleh pinjaman modal dari koperasi atau bank.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di Balai Pasar Krempyeng dan ditutup dengan demonstrasi penggunaan aplikasi keuangan digital. Hal tersebut menandai salah satu upaya nyata mahasiswa KKN UNDIP dalam mendorong kemajuan UMKM di wilayah Desa Pakintelan.

Melalui sinergi antara ilmu akuntansi dan praktik lapangan, diharapkan hasil kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian desa dan kesejahteraan warganya serta kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pembelajaran sesaat, tetapi menjadi kebiasaan baru yang akan terus dijalankan oleh para pelaku UMKM.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan