JATENGKU.COM, KAB. SEMARANG – Pada Sabtu, 26 Juli 2025, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro 102 Kelompok Dusun Pareyan melaksanakan program kerja sosial masyarakat dengan mengangkat tema “Generasi Sehat, Dusun Kuat: Kampanye PHBS Anak Usia 5–12 Tahun”. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Pareyan, Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar sebagai peserta utama.
Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. PHBS bukan sekadar slogan, melainkan suatu kebiasaan yang dilakukan secara sadar untuk menjaga kebersihan diri sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat. Dari berbagai indikator PHBS, salah satunya yang paling penting dan mendasar adalah kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menegaskan bahwa mencuci tangan dengan langkah yang tepat terbukti mampu memutus rantai penyebaran berbagai penyakit menular. Penyakit seperti diare, flu, dan infeksi saluran pernapasan kerap muncul akibat kurangnya kesadaran akan kebersihan tangan, terlebih di kalangan anak-anak. Karena itu, edukasi mencuci tangan dianggap sangat penting untuk diperkenalkan sejak usia dini.
Anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun berada pada masa aktif bermain, bergerak, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Pada fase ini, mereka rentan terpapar kuman, bakteri, dan virus dari berbagai aktivitas sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, Tim KKN-T Undip 102 menjadikan kelompok usia ini sebagai fokus utama kampanye. Melalui pendekatan yang menyenangkan, edukasi mencuci tangan enam langkah sesuai standar WHO disampaikan dengan metode interaktif, mulai dari praktik langsung, permainan kelompok, hingga lagu-lagu sederhana yang mudah diingat.
Metode pembelajaran yang dirancang dengan suasana gembira ini membuat anak-anak lebih antusias dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan. Selain memberikan pemahaman teoritis, mereka juga diajak langsung mempraktikkan cara mencuci tangan dengan benar. Dengan begitu, pesan kesehatan tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi juga berubah menjadi sebuah kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini tidak hanya menargetkan perubahan perilaku pada anak, tetapi juga memiliki tujuan jangka panjang, yakni menularkan kebiasaan sehat tersebut kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Anak-anak yang terbiasa mencuci tangan diharapkan mampu memberi contoh bagi orang tua, saudara, hingga lingkungan dusun. Dengan demikian, tercipta efek berantai yang akan memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya kebersihan.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-T Undip 102 ingin menunjukkan bahwa menjaga kesehatan tidak harus dilakukan dengan cara yang sulit atau mahal. Langkah sederhana seperti mencuci tangan dapat menjadi benteng pertama dalam melindungi tubuh dari ancaman penyakit. Harapannya, Dusun Pareyan akan tumbuh menjadi dusun yang lebih sehat, warganya lebih kuat, dan lingkungannya terlindungi dari berbagai penyakit menular.
Keberhasilan program Generasi Sehat, Dusun Kuat menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini. Dengan komitmen dan konsistensi, langkah kecil yang dilakukan hari ini diyakini akan membawa perubahan besar di masa depan.
Penulis: Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro 102 Kelompok Dusun Pareyan