JATENGKU.COM, SEMARANG — Dalam rangka memanfaatkan potensi lokal dan meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya pencegahan sindrom metabolik sejak dini, mahasiswa Universitas Diponegoro, Aliya Salma Zafira dari Program Studi Farmasi melaksanakan kegiatan edukatif dan praktik langsung bertajuk “Strategi Edukasi dan Pengolahan Herbal Shot sebagai Upaya Deteksi Dini Sindrom Metabolik dan Inovasi Nilai Ekonomi Produk Herbal Lokal”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program multidisiplin KKN-T Tim 118 Kelompok 1 dan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut di Madrasah Aliyah Al Fikri, Kelurahan Sambiroto, Kota Semarang.
Program ini dilatarbelakangi oleh beberapa tantangan yang dihadapi siswa, seperti kurangnya pemahaman tentang pentingnya pola hidup sehat, minimnya informasi terkait manfaat tanaman herbal, serta belum dikenalnya herbal shot sebagai produk bernilai ekonomi.
Padahal, lingkungan sekolah memiliki potensi besar dalam mendukung keterampilan berbasis kewirausahaan dan minat siswa terhadap pengolahan bahan herbal cukup tinggi.

Pada hari pertama (22 Juli 2025), siswa mendapatkan edukasi tentang pengertian sindrom metabolik, cara pencegahannya melalui pola hidup sehat, serta bagaimana herbal shot dapat menjadi salah satu upaya preventif alami. Materi dilanjutkan dengan penjelasan mengenai kandungan senyawa aktif dan manfaat kesehatan dari setiap bahan, seperti kunyit, jahe, jeruk, lemon, dan madu.
Tak hanya itu, pemateri juga menyampaikan edukasi mengenai inovasi nilai ekonomi produk herbal untuk memotivasi siswa agar melihat potensi usaha dari produk yang mereka olah. Setelah sesi edukasi, siswa melakukan praktik pembuatan herbal shot formulasi pertama dengan bahan utama kunyit, serta bahan penyerta berupa jahe, jeruk, lemon, dan madu.
Pada hari kedua (23 Juli 2025), kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai definisi herbal shot serta manfaatnya sebagai minuman fungsional penunjang kesehatan. Siswa kembali dibekali pemahaman mengenai senyawa aktif dan khasiat dari masing-masing bahan yang digunakan. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan formulasi 2 herbal shot, dengan bahan utama wortel, serta bahan penyerta berupa jahe, jeruk, lemon, dan madu.

Pada hari ketiga (24 Juli 2025), siswa mendapatkan edukasi mengenai masa simpan herbal shot, cara penyimpanan yang benar, serta parameter kualitas yang menunjukkan apakah herbal shot masih layak dikonsumsi atau tidak. Seperti hari sebelumnya, siswa kembali dikenalkan dengan kandungan senyawa aktif dan khasiat bahan yang digunakan, yaitu seledri sebagai bahan utama formulasi ketiga, serta jahe, jeruk, lemon, dan madu sebagai pelengkap.
Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan pre-test dan post-test guna mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan selama tiga hari. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil post-test dibandingkan pre-test, yang mencerminkan keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan pemahaman siswa terkait manfaat herbal shot dan pencegahan sindrom metabolik.
Sebagai luaran kegiatan, siswa berhasil memproduksi sebanyak 102 botol herbal shot, masing-masing formulasi menghasilkan 34 botol per hari. Hasil ini menunjukkan peningkatan keterampilan siswa dalam mengolah produk herbal sederhana. Selain itu, pemateri juga menyusun dan memasang poster resep herbal shot di lingkungan sekolah sebagai media ajar visual dan sarana edukasi lanjutan bagi warga sekolah.
Penulis:
Aliya Salma Zafira (22010322140034)
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.
Lokasi:
Madrasah Aliyah Al Fikri, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
DPL:
- Evieta Rohana, M.S.Farm., Apt (NIP.198910112019112001)
- Wimzy Rizqy Prabhata, M.Sc., Apt (NIP.199206122020121015)
KKN-T TIM 118 KELOMPOK 1 TAHUN 2025