JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 112 Kelompok 2 Universitas Diponegoro telah melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang berfokus pada pengenalan teknik ecoprint sebagai alternatif pengolahan produk daur ulang serta pelatihan monetisasi dan digitalisasi produk daur ulang.
Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Senin, 21 Juli 2025 dan berlokasi di RW 02, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kegiatan yang dilakukan mencakup sesi edukasi mengenai pengenalan teknik ecoprint dan demonstrasi pembuatan produk ecoprint pada media totebag yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan inovasi pemanfaatan produk daur ulang menjadi produk bernilai jual dengan memanfaatkan pewarna alami dari tanaman seperti daun dan bunga di lingkungan sekitar RW 02.
Kegiatan ini juga memberikan pelatihan mengenai monetisasi dan digitalisasi produk daur ulang, sebagai langkah pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Ubah Sampah jadi Berharga: Inovasi Ecoprint sebagai Alternatif Pengolahan Produk Daur Ulang menjadi Produk Bernilai Jual
Tim KKN-T 112 kelompok 2 Universitas Diponegoro mengenalkan inovasi ecoprint sebagai alternatif dalam pengolahan produk daur ulang kepada masyarakat RW 02 Ngemplak Simongan. Ecoprint merupakan teknik mencetak pola alami pada permukaan kain dengan memanfaatkan pigmen warna alami dari tanaman seperti daun dan bunga.
Teknik ini memiliki beberapa keunggulan seperti proses pembuatan yang sederhana, ramah lingkungan, serta menghasilkan motif yang unik dan bernilai estetika tinggi.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai konsep dasar teknik ecoprint yang disampaikan oleh Dita Anggraeni Putri, Mahasiswi Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro. Kegiatan ini bertempat di Gantangan RT 06/RW 02, Kelurahan Ngemplak Simongan.
Pemberian edukasi meliputi konsep dasar ecoprint, kelebihan dan kekurangan ecoprint, teknik pembuatan ecoprint, bagian tanaman dan jenis pigmen warna yang digunakan dalam ecoprint, serta contoh produk ecoprint yang tersedia di pasaran.
Pengenalan inovasi ecoprint bertujuan untuk memberikan solusi kreatif dan aplikatif dalam meningkatkan nilai jual dan nilai guna produk daur ulang. Inovasi ini juga menjadi respon terhadap permasalahan masyarakat setempat yang mengalami kesulitan dalam menjual produk daur ulang karena kurangnya nilai jual dan minat pasar yang rendah.
Pengembangan ecoprint diharapkan dapat menjadi “pemantik” pasar pada penjualan produk daur ulang yang telah dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan produk ecoprint pada media totebag menggunakan teknik pounding. Teknik ini dilakukan dengan menyusun daun atau bunga segar di atas permukaan totebag sesuai dengan pola yang diinginkan, kemudian dilapisi dengan plastik penutup dan dipukul merata pada seluruh permukaan daun atau bunga. Proses pemukulan bertujuan agar pigmen pigmen warna alami dapat berpindah dan berikatan pada serat kain totebag, sehingga menghasilkan motif alami yang menarik.
Seluruh peserta yang hadir turut aktif dan memiliki antusiasme yang tinggi dalam mempraktikkan pembuatan totebag ecoprint. Pemilihan metode pounding yang sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat membuat kegiatan ini semakin diminati. Selain itu, penggunaan daun dan bunga yang diperoleh dari lingkungan sekitar juga mendukung prinsip pemberdayaan potensi lokal.
Dari kegiatan ini, masyarakat RW 02 menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan produk inovasi ecoprint, terutama dalam kegiatan PKK yang rutin menjual karya ibu-ibu setempat. Masyarakat juga memahami bahwa ecoprint dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan nilai guna dan nilai jual produk daur ulang, sekaligus membuka peluang usaha kreatif berbasis lingkungan.
Dari Sampah menjadi Sumber Cuan: Monetisasi dan Digitalisasi pada Produk Daur Ulang

Dalam kegiatan ini, tim KKN-T 112 Kelompok 2 juga memberikan pelatihan mengenai monetisasi dan digitalisasi produk daur ulang yang disampaikan oleh Ferrari Nusa Mahendra, Mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali warga dengan keterampilan praktis dalam mengembangkan dan memasarkan produk daur ulang agar memiliki nilai ekonomi yang kompetitif.
Materi yang disampaikan meliputi teknik penentuan harga jual, pemanfaatan platform digital untuk promosi dan transaksi, serta strategi pemasaran yang relevan bagi produk berbasis daur ulang. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyesuaikan pendekatan bisnis dengan karakteristik produk daur ulang yang tergolong inferior goods, yaitu barang-barang yang pada awalnya memiliki nilai/mutu yang rendah, dalam hal ini karena barang berasal dari limbah atau sampah.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pelatihan ini menekankan perlunya inovasi sebagai pemantik daya tarik pasar. Dalam hal ini, pendekatan yang diusung adalah pengembangan produk daur ulang berbasis teknik ecoprint, sebuah metode pewarnaan alami berbasis motif daun dan tumbuhan lokal. Ecoprint dipilih bukan tanpa alasan, namun berdasar pada hasil survei pasar yang dilakukan oleh Ferrari dan Dita terhadap 87 responden yang terdiri dari pra-remaja (10–12 tahun) hingga dewasa (>20 tahun), sebanyak 53,7% menyatakan lebih tertarik untuk membeli produk daur ulang yang dikemas dengan inovasi ecoprint.
Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan kreatif seperti ecoprint mampu meningkatkan daya saing produk daur ulang di pasaran. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga membuka wawasan tentang pentingnya inovasi dan digitalisasi sebagai strategi adaptif dalam mengubah sampah menjadi sumber penghasilan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya melihat produk daur ulang sebagai bentuk kegiatan lingkungan semata, tetapi juga sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan. Dengan ekosistem digital yang semakin inklusif, produk-produk lokal seperti ecoprint dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan bernilai tambah tinggi.
Efektivitas Program: Monitoring dan Evaluasi pada ke-13 Peserta Kegiatan Ecoprint
Sebagai langkah lanjutan untuk menjamin keberlanjutan program dan menilai dampak nyata di tingkat individu, Ferrari dan Dita melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap 13 peserta yang telah mengikuti pelatihan ecoprint. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengetahuan yang diperoleh, baik mengenai teknik ecoprint maupun aspek monetisasi dan digitalisasi produk daur ulang dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks pengembangan produk daur ulang.
Efektivitas kegiatan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, dan hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan peserta dalam menerapkan ecoprint sebagai inovasi produk daur ulang. Temuan ini terbukti signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95–99% (signifikansi 1–5%), yang berarti kemungkinan kesalahan dalam hasil analisis ini sangat kecil, hanya sekitar 1–5%.
Dengan kata lain, program ini berhasil tidak hanya dari segi penyelenggaraan, tetapi juga dalam memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas warga. Monitoring dan evaluasi ini menjadi bukti bahwa pelatihan ecoprint tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif dan mampu mengubah pengetahuan menjadi keterampilan yang aplikatif dan berkelanjutan.