Dari Mulut ke Mulut Hingga Media Sosial, Mahasi...

Dari Mulut ke Mulut Hingga Media Sosial, Mahasiswa UMBY Dampingi UMKM Mie Ayam dan Bakso Mas Bagus Menuju Era Digital

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Sukoharjo — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan program pemberdayaan UMKM kepada usaha kuliner Mie Ayam dan Bakso Mas Bagus milik Bapak Hilmawan di Jalan Pasir Luhur, Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY, pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan digital bagi pelaku usaha yang belum memanfaatkan media sosial untuk promosi dan mengenalkan produknya ke dunia yang lebih luas.

Program pemberdayaan tersebut dijalankan oleh enam mahasiswa dari program studi Ilmu Komunikasi UMBY, yaitu Farida Fazilatun, Gigantica Arcahya, Intan Nur Khotimah, Rona Huriya Taqya, Raden Ardhi Satria, dan Nanda Sukra Alhamda. Ke-enam mahasiswa tersebut merancang dan membantu langsung mitra UMKM dalam membuat akun media sosial, memproduksi konten promosi, hingga memahami strategi dasar komunikasi digital.

Dari Mulut ke Mulut Hingga Media Sosial, Mahasiswa UMBY Dampingi UMKM Mie Ayam dan Bakso Mas Bagus Menuju Era Digital

Pemilik usaha, Bapak Hilmawan, mengatakan usaha Mie Ayam dan Bakso Mas Bagus miliknya berdiri sejak Januari 2020 dan bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Usaha tersebut dirintis setelah dirinya mengalami pemutusan hubungan kerja akibat pandemi global pada masa itu.

“Awalnya saya bekerja di sebuah perusahaan, lalu terkena PHK saat pandemi Covid-19. Dari situ saya mencoba melihat peluang usaha yang lebih memungkinkan untuk dijalankan, dan akhirnya memutuskan membuka usaha mie ayam dan bakso,” ujar Hilmawan.

Nama “Mas Bagus” sendiri diambil dari nama anaknya yang bernama Bagus dan pemilihan usaha mi ayam bakso ini juga berawal dari kegemaran sang anak terhadap mie ayam, ide tersebut kemudian berkembang menjadi usaha kuliner yang kini mulai dikenal masyarakat sekitar Ngaglik tersebut.

Berbeda dengan kebanyakan usaha mie ayam lainnya yang sering menggunakan konsep ruko, Mie Ayam dan Bakso Mas Bagus memiliki konsep yang menjual dan berbeda, mereka mengusung konsep outdoor di area persawahan. Suasana yang terbuka dan sejuk menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang datang menikmati semangkuk mi ayam.

“Kalau biasanya mie ayam identik dengan tempat ruko, kami mencoba menghadirkan konsep outdoor supaya pengunjung bisa makan dengan suasana yang lebih segar dan nyaman,” katanya.

Meski mulai berkembang dan memiliki pelanggan yang tetap, usaha tersebut masih menghadapi kendala dalam aspek promosi. Selama ini, pemasaran hanya mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut dan minim menggunakan media sosial karena keterbatasan pengetahuan mengenai media digital.

“Kami sebenarnya pernah tertarik menggunakan media sosial untuk promosi, tetapi masih kurang memahami cara penggunaannya. Selain itu, waktu untuk belajar juga cukup terbatas,” ungkap Hilmawan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMBY menghadirkan solusi berupa pendampingan komunikasi pemasaran digital. Program ini diawali dengan observasi dan wawancara langsung untuk mengetahui kebutuhan mitra, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan akun Instagram dan TikTok yang ditujukan sebagai sarana untuk promosi usaha.

Selain membantu untuk pembuatan akun, mahasiswa juga memberikan pelatihan berupa pengambilan foto dan video produk yang sesuai dengan perkembangan minat zaman, editing konten sederhana, penulisan caption yang menarik, penggunaan hashtag agar dengan mudah masuk jajaran trending, hingga praktik mengunggah konten pertama.

Koordinator kegiatan, Farida Fazilatun, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membantu UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang saat ini bergerak sangat masif.

“Banyak UMKM yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi belum mampu memanfaatkan media sosial secara optimal. Melalui program ini, kami ingin membantu mitra membangun identitas digital dan memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan secara bertahap selama beberapa minggu, mulai dari observasi awal, pelatihan media sosial, produksi konten, hingga evaluasi kemampuan mitra dalam mengelola akun secara mandiri.

Dalam pelaksanaan program, setiap anggota memiliki tugas masing-masing. Gigantica Arcahya bertanggung jawab pada pembuatan akun media sosial, Intan Nur Khotimah mendampingi proses produksi foto dan video, sementara Rona Huriya Taqya fokus pada editing konten visual. Selain itu, Raden Ardhi Satria membantu strategi caption dan komunikasi digital, sedangkan Nanda Sukra Alhamda bertugas pada dokumentasi serta evaluasi program.

Selain itu, program pemberdayaan masyarakat ini juga ditujukan sebagai salah satu projek luaran mata kuliah Kapita Selekta Komunikasi yang diampu oleh Ibu Dr. Rila Setyaningsih, M.S.I

Melalui program pemberdayaan ini, mahasiswa berharap UMKM Mie Ayam dan Bakso Mas Bagus dapat meningkatkan visibilitas usaha dan menjangkau konsumen yang sangat jauh lebih luas melalui media digital. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan usaha di era digital ini.

Narasumber: Pak Hilmawan (pemilik Mie Ayam dan Bakso Mas Bagus

Penulis dan Pemberdaya:

  • Farida Fazilatun N (230710140)
  • Gigantica Arcahya V (230710147)
  • Intan Nur Khotimah (230710148)
  • Rona Huriya Taqya (230710154)
  • Raden Ardhi Satria M (230710159)
  • Nanda Sukra Alhamda (230710121)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan