JATENGKU.COM, Kabupaten Semarang — Tim KKN Tematik 146 Universitas Diponegoro melakukan pendampingan manajemen pada Kelompok Usaha Bersama Kadirejo Milenial Agraris (KUBE KERIS), Desa Kadirejo, Kabupaten Semarang, pada Minggu (9/4/2026). Kegiatan pendampingan manajemen terdiri dari Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran, serta Manajemen Keuangan.
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
Pendampingan SDM bertujuan untuk memperkuat ketahanan kelompok dalam menjalankan usaha. Mahasiswa KKN Undip membawakan konsep Training of Trainer (ToT), meningkatkan kapasitas diri anggota kelompok sebagai pembibitan kader sehingga masyarakat memiliki kemandirian pasca kegiatan pendampingan selesai.
Selain itu, penguatan struktur organisasi dan penetapan pertemuan rutin telah dilakukan sebagai wujud peningkatan komitmen anggota kelompok untuk memastikan pembagian tugas yang lebih terstruktur. Kegiatan pendampingan Manajemen SDM dilakukan melalui agenda Capacity Building sebagai benang merah dalam menciptakan sinergitas anggota Kelompok Usaha Bersama Kadirejo Milenial Agraris (KUBE KERIS).
Manajemen Pemasaran
Pemasaran menjadi aspek penting untuk memastikan keberlanjutan usaha kelompok. Mahasiswa KKN Undip melakukan serangkaian pendampingan dalam hal manajemen pemasaran bersama anggota kelompok. Kegiatan dimulai dari pendampingan desain kemasan, pemetaan pasar strategis, pembuatan media promosi, strategi kerjasama mitra, hingga distribusi ke pelanggan.
Dalam melakukan pemetaan pasar, Tim KKN Undip telah melakukan upaya menjual produk telur ayam arab di UMKM Jamu dan telur puyuh di Angkringan sekitar Kecamatan Pabelan. Survei pasar yang dekat dengan lokasi usaha bertujuan untuk menciptakan kemandirian kelompok dan menanamkan motivasi pemasaran produk pada tahap awal.
Selain itu, pendampingan distribusi ke pelanggan dilakukan sebagai pembuka jalur ekspansi pasar sehingga produk peternakan dan pertanian yang dihasilkan dapat terjual secara luas.
Manajemen Keuangan
Mahasiswa KKN Undip berkontribusi mendampingi masyarakat melalui program pembukuan usaha. Pendampingan pembukuan keuangan dilakukan menggunakan metode manual dan digital menyesuaikan kondisi masyarakat. Program ini membantu proses bisnis keuangan yang lebih terstruktur sebagai wujud peningkatan kapasitas kelompok.
Salah satu perwakilan KUBE KERIS Desa Kadirejo, Mba Rini, menyampaikan “Program Pembukuan Digital yang dibawakan oleh mahasiswa KKN sangat relevan dengan kebutuhan kami di era saat ini. Pembukuan digital memberikan solusi praktis bagi kami dalam mengelola keuangan Kube Keris. Transparansi jadi lebih terjaga karena laporan bisa dibuat otomatis dan rapi. Penjelasan dari mahasiswa juga sangat sabar dan mudah dipahami oleh kami”.