JATENGKU.COM, Wonogiri – Usaha kacang mete “Mete SMW” yang dijalankan Sidiq sejak 2018 terus berkembang, terutama menjelang hari raya, sekaligus memberdayakan warga sekitar, khususnya ibu-ibu agar tetap produktif.
Sidiq, warga Dusun Tukluk, Ngadirojo, memulai usaha tersebut dari hobi sampingan. “Awalnya cuma coba-coba, karena saya sebelumnya bekerja sebagai agen herbal di Wonogiri. Dari situ saya belajar banyak tentang pemasaran dan manajemen,” ujarnya. Pada tahap awal, produksi “Mete SMW” dilakukan secara sederhana dengan peralatan dapur seadanya, mulai dari setengah kilogram hingga satu kilogram, sebelum meningkat seiring bertambahnya pesanan.
Salah satu tantangan utama dalam menjalankan usaha ini adalah mengelola pesanan dan transaksi secara hati-hati. “Segala transaksi harus dipastikan valid, karena di era digital ini bukti transfer bisa dipalsukan,” kata Sidiq. Untuk mengatasi hal tersebut, ia menerapkan sikap tenang dalam menghadapi pesanan, baik saat meningkat maupun menurun, serta menjaga konsistensi kualitas produk.

Pemasaran “Mete SMW” dilakukan secara offline dan online, mulai dari promosi dari mulut ke mulut hingga melalui platform digital seperti TikTok dan Shopee. Menurut Sidiq, pemasaran berbasis digital menjadi peluang besar karena tingginya jumlah pengguna e-commerce di Indonesia.
Selain berdampak pada perekonomian keluarga, usaha ini juga memberdayakan warga sekitar agar tetap produktif. “Usaha kami sebisa mungkin bermanfaat bagi sesama,” ujarnya pada Senin (28/1/2026) . Ia menilai kunci utama agar usaha kecil dapat bertahan dan berkembang adalah konsistensi, keberanian mencoba hal baru, belajar dari figur pemimpin yang baik, serta disertai doa dan tawakal.
Ke depan, Sidiq berharap usaha “Mete SMW” tidak hanya terus berkembang di sektor kacang mete, tetapi juga dapat diperluas ke sektor lain guna membantu lebih banyak masyarakat.